Minggu, 20 Juli 2014

Rangkuman Novel Gadis Kecilku


                                                                        GADIS KECILKU

Kisah ini kami angkat dari kejadian nyata , yang menimpa keluarga kecil kami di akhir tahun 2011 sampai 2014 dan bahkan sampai buku ini terbit anak kami masih berbaring di rumah sakit.
Buku inimenceritakan perjuangan dan kasih saying tak terhingga orang tua terhadap gadis kecilnya. Yaitu Viara Hikmatus Nisa yang lahir pada tanggal 22Juli 2004 kelas tiga sekolah dasar, yang sampai saat ini menggunakan kantong stoma atau buang air besar  lewat samping perutnya.

            Sejak akhir  tahun 2011 anak kami sudah keluar masuk rumah sakit dan pertama divonis usus buntu pecah lalu di operasi di rumah sakit Situbondo, satu setengah tahun kemudian anak kami harus di operasi  kembali yang kedua  setelah di diagnosa pelengketan usus dan operasi di rumah sakit Jember sehingga ususnya di potong kurang lebih 20 cm.
“Cobaan adalah peringatan bagi yang lalai lading mendulang pahala bagi yang sabar dan akan mendapat rahmat ALLAH bagi yang bersyukur “.
Dengan motivasi dari teman-teman atas cerita ini,yang sering share di Fb, Twitter,BB  dll. Maka kami beranikan diri untuk ditulis menjadi sebuah buku , agar menjadi inspirasi terutama bagi orang tua dan anak INDONESIA,selain itu hasil dari penjualan buku ini kami harapkan membantu meringankan biaya perawatan dan operasi penyambungan usus selanjutnya.
“Anak yang begitu aktif lucu dan sehat tiba-tiba harus sakit dengan kurun waktu yang begitu lama,orang tua mana yang sanggup menerima kenyataan ini,semoga semua berakhir dengan keindahan”.

Semoga anak kami bisa sembuh sehat menjadi anak normal dan menjadi anak sholeha sukses dunia dan akhirat. AMIN.

Cerpen Aku Bangga Jadi Anak SURABAYA


                                                                        Bangga Menjadi Anak Surabaya

Tak terasa sudah 14 tahun aku menjadi anak Surabaya. Di kota Surabaya inilah aku di lahirkan dan di besarkan. Suasana Surabaya yang semakin ramai menambah betah aku tinggal di kota ini. Di Surabaya juga dikenal sebagai kota Pahlawan. Arek-arek Surabaya yang telah berjuang merebut Kemerdekaan dari penjajah. Setidaknya aku bangga melihat kota kelahiranku menjadi kota yang sangat bersejarah. Dan tidak terasa perkembangan kota semakin pesat.  Dipagi hari hiruk pikuk keramaian kota Surabaya, di jalan-jalan lalulalang berkendara memadati kota Surabaya di pagi hari. Banyak gedung-gedung tinggi dan pusat belanja yang senantiasa ramai dikunjungi para pengunjung.  Aku belum bias member apa-apa pada kota kelahiranku ini tapi paling tidak aku bersikap yang baik untuk menjaga kebersihan kota Surabaya, menjaga kebersihan agar tidak terlihat kotor membuang sampah pada tempatnya.
Pada suatu hari aku bertemu dengan temanku, Jaka namanya.
“ Hai Jak, sapaku
Hai ….. mau kemana kamu Rachmad ?
“ Ini mau jalan-jalan melihat keindahan kota Surabaya, jawabku dengan semangat.
“Iya Surabaya semakin indah dan bersih , sahut Jaka.
Makanya kita juga harus menjaga keindahannya , jangan suka mencoret-coret tembok yang ada di jalan-jalan itu. Banyak taman-taman kota yang asri, sekarang kita tidak susah mencari taman-taman kota yang akan bisa digunakan untuk kegiatan.
“ Jaka, aku mau bertanya padamu, Iya apa itu ?
Apa yang sudahkamu berikan pada kota ini ? maksudku kota Surabaya ini, Jaka ?
Sambil berfikir Jaka termenung sejenak. Oooo…… aku belum bisa memberi apa-apa pada kota Surabaya ini.  Tapi …… Aku bangga melihat apa yang sudah aku perbuat, contohnya :  tidak membuang sampah sembarangan , mencoret-coret tembok, trus menanam pohon-pohon yang hijau dan rindang menambah asri dan teduh.  “ Hebat kamu Jaka,  sahutku.
Ya itulah yang bisa aku berikan pada kota tercinta ini Surabaya, rasa bangga aku menjadi anak Surabaya. Dan tak terasa hari semakin sore waktunya untuk pulang dan mempersiapkan bekal untuk  esok harinya. Setelah mandi pagi hari badan menjadi segar kembali. Dan aku sangat berterimakasih sekali pada temanku Jaka , generasi  yang seumur dengan ku sangat peduli sekali pada kota tercinta ini yaitu Surabaya. Aku juga masih mempunyai impian kedepan untuk menjaga kota Surabaya ini menjadi kota yang terindah dan terbersih. Tempat-tempat wisata juga harus di jaga kebersihannya.  Di  Surabaya banyak sekali tempat-tempat wisata yang sangat bagus dan menarik.  Banyak para pengunjung yang datang  ke tempat lokasi wisata apalagi waktu libur sekolah telah tiba. Tidak ada tempat yang sepi kalau liburan telah tiba. Apalagi wisata kulinernya tidak mau kalah dengan kota lainnya. Rujak Cingur, Lontong Balap kuliner khas kota Surabaya, belum lengkap kalau berkunjung ke kota Surabaya belum mencoba kuliner ini.
“ Rachmad !!! suara Ibu memanggilku , aku sedikit terkejut.
‘ Ini ayo sarapan pagi dulu,” iya ibu sahutku, dengan bergegas keluar  kamar  . Ibu telah menyiapkan sarapan buatmu, terimakasih Ibu .
Ibu ….. apa boleh nanti aku bersama teman-teman akan ada kegiatan membersihkan sampah-sampah yang ada di lokasi wisata ?
“ Iya tapi hati-hati di jalan jangan ceroboh ! jangan ugal-ugalan kalau naik sepeda mengganggu orang lain di jalan. ‘ baik Bu , sahutku dengan semangat. Teman-teman kalau kita mau kemana saja harus minta ijin dulu ke orang tua kita agar dimana aja kita dapat restu . Dengan mengayuh sepeda aku menuju ke rumah temanku. Ternyata aku uda di tunggu teman-teman, ayo kita langsung aja berangkat menuju tempat sasaran. Okey ….. siap berangkat ….., sahut teman-temanku serentak. Sesampainya ke tempat tujuan aku membagi tugas untuk lokasi-lokasi yang harus di bersihkan. Kita juga siap sarana maupun prasarananya . Kita bagi 4 kelompok , setiap kelompok mempunyai tugas satu lokasi tempat yang mau dibersihkan. Semua teman-teman dengan semangat agar cepat selesai  juga. Tas plastik tempat untuk  membuang  sampah siap dikumpulkan di satu tempat. Dengan rasa letih tapi merasa lega bisa membuat suasana semakin bersih, indah enak di lihat mata. Tak terasa hari semakin sore sudah cukup kita melakukan kegiatan di pagi hingga sore ini . Teman-teman ayo persiapan untuk pulang dan jangan lupa alat-alat yang kita bawa jangan ada yang ketinggalan. Terimakasih teman-teman telah membantu membersihkan tempat wisata kota Surabaya ini. Sebagai anak Surabaya sepatutnya kita bangga melihat kota Surabaya menjadi kota hijau, bersih nan asri.

            Sejauh-jauhnya kita berpergian tak akan lupa dengan kampung halaman. Surabaya telah menjadi rumah untukku dan teman-teman. Bukan tempat singgah yang hanya sesaat. Suka duka kesenangan ada di sini.Menjaga dan mengenalkan Surabaya ke dunia bukan sebuah tugas tapi kewajiban agar semakin banyak orang yang mengetahui kota besar kita tercinta. My trip my adventure.