Ayat-ayat cinta
Fahri adalah mahasiswa pascasarjana
Al-Azhar dari Indonesia.Fahri tinggal disebuah flat di Hadayek Helwan,Mesir
bersama empat orang temannya yaitu,Rudi,Saiful,Hamdi dan Mishbah.Dilantai empat
tinggal keluarga tuan Boutros yang menganut agama Kristen koptik.Istrinya
bernama madame Nahed sedangkan anaknya bernama Maria dan Yousef.
Suatu
hari,Fahri harus pergi ke Shubra dengan menggunakan metro.Di dalam metro,Fahri
berkenalan dengan seseorang yang bernama Ashraf.Fahri juga berkenalan dengan
dua perempuan.Perempuan yang bercadar bernama Aisha dan seorang perempuan bule
bernama Alicia.
Suatu
malam,Musthafa memberi kabar bahwa Fahri lulus dan bisa menulis tesis.Fahri
langsung mengadakan syukuran sederhana.Tiba-tiba terdengar suara keributan.Ternyata
Noura disiksa oleh ayahnya yang bernama Bahadur dan kakaknya yang bernama
Mona.Fahri meminta Maria agar menolong Noura.Pagi harinya,tuan Boutros dan
Maria datang ke rumah Fahri bersama Noura.Akhirnya,Noura dititipkan pada Nurul
yang juga mahasiswi dari Indonesia yang tinggal di Nasr City.
Suatu
malam,ponsel Fahri berbunyi.Ternyata Aisha,Aisha meminta untuk bertemu dengan Fahri.Fahri melihat
kalender,tanggal 10 dan 11 Agustus adalah hari ulang tahun madame Nahed dan
Yousef.Setelah bertemu dengan Aisha dan Alicia,Fahri berangkat ke Dokki diikuti
dengan Aisha.Disana,Aisha dikenalkan dengan Nurul.Fahri pamit pulang.Dalam
perjalanan pulang,Fahri membelikan hadiah untuk madame Nahed dan Yousef.Malam
harinya,Fahri dan kawan-kawan memberikan hadiah tersebut.Seusai Subuh,Yousef
datang ke rumah Fahri untuk mengundang mereka makan malam di Maadi.
Sepulang
makan malam,Fahri membaca surat dari Nurul yang dititipkan Mishbah.Surat itu
berisi apa yang selama ini dialami oleh Noura.Lalu,Fahri meminta tolong pada Syaikh
Ahmad.Akhirnya,Noura dibawa ke kampung halaman Syaikh Ahmad agar lebih aman.
Saat
sholah Jum’at,Fahri bertemu dengan Syaikh Ahmad.Syaikh Ahmad memberikan surat
dari Noura yang berisi ucapan terima kasih dan perasaan Noura pada Fahri.Karna
tidak ingin terganggu,Fahri mengembalikan surat tersebut pada Syaikh Ahmad.
Suatu
hari sepulang talaqqi,Fahri merasa lelah.Ternyata Fahri mengalami Heat Stroke
hingga Fahri harus dirawat di Rumah Sakit.Usia Fahri sudah 26 tahun lebih.Ia
merasa harus sudah menikah.Saat talaqqi Al-Qur’an,Fahri ditawari menikah oleh
Syaikh Utsman.Fahri meminta restu dari ibunya.Sang ibu akan merestui jika
istrinya mau diajak tinggal di Indonesia.Fahri memberikan keputusannya pada
Syaikh Utsman.Syaikh Utsman meminta Fahri untuk datang setelah sholat
Ashar.Fahri akan dipertemukan dengan calon istrinya.
Dalam
pertemuan di rumah Syaikh Utsman,Gadis itu ternyata Aisha.Setelah semua
cocok,mereka mulai menyusun rencana mengenai pernikahan mereka.Acara akad nikah
berlangsung secara sakral dan lancar.Seusai akad nikah,Syaikh Ahmad
memberitahukan pada Fahri bahwa Noura bukan anak kandung Bahadur.Hal itu sudah
terbukti berkat bantuan Ridha Sahata dan hasil dari tes DNA.Ridha Sahata adalah
sepupu Syaikh Ahmad.
Saat
berbulan madu,Aisha memberikan surat dari Nurul.Surat itu berisi ucapan selamat
serta penyesalan dan perasaannya pada Fahri.Fahri mendapat kabar bahwa Maria
sakit.Saat hendak menjenguk,Aisha tampak pucat.Fahri pun segera membawanya ke
Rumah Sakit.Ternyata,Aisha hamil dan mereka sangat senang.Saat berada di rumah
dan baru berselang beberapa menit,datanglah tiga orang polisi yang menangkap
Fahri dengan tuduhan bahwa Fahri telah memperkosa Noura.Karena hal itu tidak
benar,Fahri membantahnya.Namun,tiga polisi itu malah menggelandang Fahri menuju
penjara.
Saat
di penjara,Fahri selalu disiksa.Tubuhnya banyak yang memar karena ulah para
polisi yang biadab.Sidang pertama telah tiba.Saat itu,Noura memberikan
kesaksian palsu.Sidang hari itu ditunda tiga minggu lagi.Saat di penjara,Fahri
menerima surat dari Al-Azhar yang isinya bahwa gelar licence Fahri telah dicabut.Amru,pengacara Fahri mengatakan bahwa
satu-satunya saksi kunci adalah Maria.Namun,saat ini Maria masih dalam keadaan
koma.Pagi harinya,tuan Boutros dan madame Nahed membawa Fahri ke Rumah Sakit
setelah mendapat izin dari pihak penjara.Di Rumah Sakit,Fahri menikahi Maria
setelah mendapat restu dari Aisha.Beberapa saat kemudian,Maria sadar dan ia
sangat senang karena Fahri telah menjadi suaminya.
Sidang
penentuanpun tiba.Maria hadir sebagai saksi.Setelah memberikan kesaksian,Maria
jatuh pingsan dan segera dibawa ke Rumah Sakit.Akhirnya Noura mengaku bahwa
yang telah memperkosanya adalah Bahadur.Fahri pun dibebaskan dari
tuduhan.Pulang dari pengadilan,Fahri harus dirawat di Rumah Sakit karena
tubuhnya banyak yang terluka.Ia dijenguk oleh seorang perempuan bule yang
berkerudung.Ternyata dia adalah Alicia.Sekarang Alicia telah menjadi mualaf.
Aisha
menyuruh Fahri agar melihat keadaan Maria.Maria terus mengigau membaca ayat
suci Al-Qur’an dan terus berdzikir.Air matanya terus berlinang tanpa
henti.Setelah bangun,Maria bercerita tentang mimpinya.Saat itu,ia berada di
depan pintu Surga,namun ia tidak diperbolehkan masuk.Maria meminta diajari
berwudhu dan ia juga meminta Fahri agar menuntunnya menjadi mualaf.Setelah
membaca dua kalimat Syahadat,Maria meninggal dunia.
The first $1 billion in sports betting goes to the sports betting
BalasHapusOne of the most popular bets for 목포 출장안마 the past few years 구미 출장샵 is 강원도 출장샵 the fact that the first bet of a bet on a basketball game is 시흥 출장마사지 placed 의정부 출장샵 on the
uh810 fake designer bags ma052
BalasHapus